Minggu, 09 Agu 2026
  • Classmeeting Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023

Polemik Pembelajaran Semi Daring

Polemik Pembelajaran Semi Daring

Penulis: Indayatul Aini

Pada saat ini dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu Corona Virus Disease tahun 2019 yang akrab disebut Covid-19. Hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin menghawatirkan dan mendebarkan seluruh dunia.

Dunia perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama. Semua aspek kehidupan masyarakat telah merasakan dampak dari virus Covid-19 ini, terutama pada dunia pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi Covid-19

Semua negara terdampak, termasuk Indonesia telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidikan untuk menghadapi beberapa tantanga nyata yang harus segera dicarikan solusinya : (1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumber daya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan seperti internet dan kuota, dan (4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral.

Pemberlakuan kebijakan physicial distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah. Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.

Saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya meliburkan akivitas (tatap muka) seluruh lembaga-lembaga pendidikan. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya-upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 ini. Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang saat ini dituntut untuk belajar mandiri, belajar secara daring (dalam jaringan)

Pembelajaran daring atau online merupakan sistem pembelajaran tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, di mana pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet. Kondisi ini merupakan tantangan besar bagi seorang guru, karena dalam kondisi seperti ini bukan hanya siswa yang dituntut untuk bisa mengolah, mendesain media pembelajaran (media online). Guru pun dituntut untuk bisa mencegah atau mengantisipasi kebosanan siswa dalam pembelajaran model daring tersebut.

Bukan hanya itu saja, dalam penerapan belajar online ini, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, yang dipicu oleh beberapa faktor: Pertama, siswa yang belum memiliki gadget cenderung belum mengetahui banyak tentang penggunaan teknologi, kasus ini banyak terjadi pada siswa tingkat TK dan SD (sekolah dasar). Selain itu, masalah utama yang dialami siswa adalah jaringan yang tidak memadai. Hal ini merupakan tantangan besar bagi siswa dan tak terkecuali bagi orang tua karena mereka lah yang dituntut untuk mendampingi siswa dalam proses belajar online nantinya.

Kedua, kurangnya interaksi langsung atau interaksi fisik dengan siswa  karena dalam sistem pembelajaran online siswa hanya dapat diberikan tugas melalui via zoom, wahatsaap, telegram dan sebagainya. Kebanyakan siswa merasa kebingungan dalam menyelesaikan tugas karena tidak mengerti dengan materi yang diberikan. Ini disebabkan oleh tidak maksimalnya penjelasan yang diberikan guru kepada siswa. Ketiga, tugas yang diberikan oleh guru terlalu banyak, sementara waktu yang diberikan terlalu singkat.

Keempat, kurang interaksi langsung antara guru dengan siswa, otomatis berkuranglah intensitas penilaian guru mengenai karakter siswa yang seharusnya seorang guru tanamkan ke dalam diri siswa. Di samping itu, ikatan emosional guru dengan siswa akan berkurang, dan bahkan hal tersebut nantinya akan membuat kurangnya moral pada anak atau siswa. Oleh sebab itu seorang guru bukan hanya dituntut untuk mengajarkan materi pendidikan saja pada siswa tetapi juga dituntut untuk mendidik atau membentuk akhlak dan karakter siswa. Kelima, waktu belajar siswa menjadi tidak teratur karena kadang guru memberikan tugas tidak sesuai dengan jam pelajarannya.

Dilihat dari ulasan tersebut sektor pendidikan menjadi salah satu yang terdampak serius dari adanya wabah pandemi Covid-19. Pembelajaran yang semula siswa hadir di dalam kelas diganti dengan pembalajaran dalam jaringan (daring), yang menuntut pelaku pendidikan untuk beradaptasi dengan cepat dalam situasi seperti ini. Belajar online menjadi makanan wajib peserta didik dan guru untuk tetap melaksanakan pendidikan di tengah pandemi. Dunia pendidikan seperti diberi kejutan, semua aspek dalam mendukung sistem pembelajaran online pun gagap dan nampak kurang siap.

Demikian dengan sekolah-sekolah, saya rasa sudah memiliki fasilitas untuk menunjang pembelajaran online dengan penggunaan platform My Class yang sudah dikembangkan sejak 2016. Namun pada praktiknya disituasi pandemi, terlihat kelebihan dan kekurangan yang dirasakan oleh penggunanya. Kemudian muncul pertanyaan bahwa seberapa efektif pembelajaran online yang dilakukan di sekolah? Endro Dwi Hatmanto, S.Pd., M.A., Ph.D., salah satu dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMY mengatakan bahwa untuk mengukur tingkat efektivitas pembelajaran online dapat diketahui dengan melakukan survey langsung kepada si pengguna, dan hal itu sudah dilakukan oleh UMY dengan data lebih dari 50 persen mahasiswa dan siswa merespon positif dengan kegiatan belajar online dan kurang dari 50 persen tidak puas.

“Walaupun begitu tetap saja ada keluhan dari siswa, karena memang kita tiba-tiba saja diharuskan belajar full daring, sebelumnya kita menggunakan 60 persen tatap muka dan 40 persen daring. Permasalahan yang diungkapkan oleh siswa adalah beberapa guru terlalu memberikan banyak tugas, yang kami telusuri ternyata mereka guru yang belum pernah mengikuti hibah SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan UMY,” ungkap Endro saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dengan adanya hal itu, ternyata permasalahan juga dirasakan oleh para guru yang diwajibkan kreatif dan memahami betul cara kerja pembelajaran online. Padahal disampaikan Endro, bahwa fasilitas yang diberikan oleh UMY untuk melaksanakan belajar online sudah sangat lengkap, tinggal bagaimana guru tersebut memanfaatkannya.

“Dalam learning management system yang dipakai oleh UMY itu sebetulnya sudah sangat lengkap, guru dapat mengunggah materi yang bervariasi seperti powerpoint presentation, memasukan link dari internet, dan juga memasukan video pembelajaran yang sudah guru buat ke dalam Myklass. Tapi kami sudah terus mendesak jauh sebelum ada pandemik agar guru memanfaatkan SPADA, idealnya 50 persen guru sudah mengikutinya, jadi semoga dengan adanya situasi seperti ini dapat menyadarkan guru tentang pentingnya mempelajari pembelajaran  daring,” sambungnya.

Kerugian-kerugian yang terjadi akibat pandemi memang sangat banyak, dan sudah dirasakan di seluruh kalangan masyarakat. Kendati begitu, Endro mengungkapkan ada sisi yang bisa diambil sebagai pelajaran berharga khususnya di dunia pendidikan, yang bisa saja membuat belajar online sebagai new normal setelah pandemi.

Pandemi memberikan dampak yang begitu besar, tetapi kita bisa melihat dari sisi positifnya. Seperti guru kita kini sudah bisa dan mau mengajar online melalui Platform seperti Microsoft teams, Zoom, My klass, telegram dan sebagainya, begitupun siswa. Nanti belajar online akan menjadi kebiasaan baru (New Normal) untuk diterapkan di Indonesia.

Di balik semua kesusahan itu, kita bisa mengambil hikmah dari pandemi ini, pandemi ini mungkin saja menguji kita agar kita tau bagaimana memanfaatkan gadget dengan baik dan apakah kita mampu berpikir/belajar walaupun dalam kondisi seperti ini.

admin

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR